Siang ini, cuaca cukup cerah di kota Hamburg. Satu persatu tamu-tamu mulai berdatangan menghadiri acara pesta pernikahan Tia dan tuan Leon. Tia tampak cantik dengan gaun putihnya. Rambutnya tergerai indah dengan bunga melati yang melingkar membentuk mahkota di kepanya. Setelah melalui diskusi yang Panjang, akhirnya tuan Leon bersedia mengundur hari pernikahan mereka untuk menunggu ayah datang dari Indonesia sebagai wali nikah Tia. Tia tampak biasa saja di pesta itu. Tidak terlihat kesedihan di wajahnya walau bunda tidak hadir di pesta pernikahannya. Bahkan wajahnya terlihat cendrung menikmati suasana. Apa lagi ia tidak melihat mister Jhon hadir di pesta itu, membuat tawanya lepas tanpa beban. Sebab orang yang paling membuatnya tak enak hati dengan pernikahan itu adalah mister Jhon. Tia

