Hari demi hari berlalu terasa begitu berat, Jhon mencoba untuk bangkit dan kembali melanjutkan hidupnya. Ia tidak bisa terus seperti itu, bersembunyi di balik selimutnya. Walau masih ingin menyendiri, ia memcoba untuk mulai beraktifitas kembali. Jhon kembali ke rumahnya dan meninggalkan apartemen itu. Ia tidak ingin terus meratapi bayangan Tia yang kini telah bahagia bersama pilihannya. “Hai, Jhon! Kau tampak segar hari ini,” sapa Jose saat mereka janjian ketemu di sebuah kafe. “Terima kasih, Jose. Aku tahu, aku harus melanjutkan hidupku walau tanpa dia di sisiku,” “Baguslah, akhirnya kau sadar juga.” Sahut Jose bersandar di sofa. “Aku tidak menduga, perasaanku sedalam itu padanya. Dunia begitu terasa gelap dan hampa. Aku merasa seperti ada yang hilang dalam hidupku dan aku tidak tahu

