Back To Yuna’s POV Kondisiku sudah lumayan membaik. Namun, aku belum bisa beraktivitas yang agak berat. Ke kamar mandi saja masih sempoyongan, sekadar pegang ponsel pun rasanya agak gemetaran. Namun, ini tetap jauh lebih baik daripada pagi tadi. Bahkan untuk makan saja rasanya tak sanggup. Aku sampai harus rela menurunkan gengsiku dan mau disuapi Mas Dewa. Itu sungguh memalukan, tetapi aku benar-benar tak ada pilihan lain. Andai Dokter menyarankan infus, itu lebih baik. Sayangnya tidak. Untungnya, makan siang aku sudah bisa makan sendiri. Dan lebih bagusnya lagi, menu sup ayam kampungnya sukses menambah nafsu makanku. Membuatku sedikit semangat untuk menghabiskan. Entah ada unsur kebetulan atau memang murni Mas Dewa yang minta, menu hari ini semua aku suka. Ya bubur udangnya, juga

