33. [Bukan] Manja

1802 Kata

Dewa’s POV  Demam Yuna tak kunjung turun. Bahkan setelah makan roti dan minum obat, kondisinya masih sama. Aku cek berulang kali, suhunya masih panas. Besok pagi kalau tak turun sama sekali, aku akan memanggilkan dokter untuknya. Fafa sempat bangun dan bertanya, tetapi hanya sekilas dan tidur lagi. Anak itu juga lelah karena seharian kuajak main plus perjalanan panjang pula. Yang penting, dia tidak rewel. Itu cukup. “Masih sepanas ini, Na …” Aku mengecek suhu di leher Yuna untuk kesekian kalinya. Benar-benar belum turun. Jujur, aku tidak bisa tidur. Sejak datang ke kamar ini, mataku terus terjaga. Jangankan tidur. Mengantuk pun tidak. Kini otakku juga mulai berpikir macam-macam. Jangan salah paham dulu! Macam-macam di sini aku jadi memikirkan bagaimana Yuna dulu saat melalui semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN