Robert menarik Ulfa hingga jatuh ke atas dadanya. Bibirnya melumat bibir gadis itu dan tidak memberinya kesempatan untuk mengelak. Satu tangan memegang pipi Ulfa, sementara tangan yang lain berada di pinggang gadis itu. Entah siapa yang mulai bergerak, apakah Robert yang mengangkat Ulfa, ataukah gadis itu yang merangkak, tapi kini posisi Ulfa berada tepat di pangkuan Robert. Mengangkat tubuh hingga bersandar pada kepala ranjang, tangan Robert bergerak posesif di punggung dan pinggang Ulfa. Sekian lama tidak merasakan sentuhan seorang perempuan, membuatnya Iupa diri. Ia memagut, melumat, dan membuat Ulfa mendesah dengan sentuhan bibirnya. “Menurutmu aku sangat tua?” bisik Robert dengan bibir mengecup leher Ulfa. Ulfa menggeleng. “Nggak, Pak. Kamu sangat sexy.” “Benarkah? Kamu suka aku t

