Arielle melesat ke dapur, menolak tawaran pelayan yang ingin menggantikannya memasak. Ia ingin memberi makan Zayne dengan tangannya sendiri. Melihat betapa lelahnya laki-laki itu, perasaan kasihan timbul dalam dadanya. Zayne yang selama ini terlihat sombong dan angkuh, ternyata sangat bekerja keras. Sedangkan dirinya yang hanya menjaga Axel, tidak banyak membantu. Membuatkan makan malam untuk laki-laki itu adalah salah satu bentuk dukungan darinya. Setelah mencairkan d**a ayam beku menggunakan microwave, ia mulai memasak. 40 menit kemudian, membawa ke ruang makan. Zayne menatap takjub pada ramen di mangkuk besar dengan chicken katsu di atasnya. Ia mencicipi kuah dan merasa puas. “Enak.” “Makan yang banyak,” ucap Arielle. “Ehm, kamu sudah seperti istri betulan. Menunggu suami pulang dan

