BAB 34

1461 Kata

Selama beberapa hari berikutnya, Zayne tak kunjung kembali ke rumah. Arielle mencoba menahan kekhawatirannya, meski hatinya terus digerogoti rasa cemas. Ia tahu Zayne sedang marah, tapi tetap berharap laki-laki itu akan datang ke sidang demi Axel. Bagaimanapun, ini bukan hanya tentang mereka berdua—ada anak kecil yang masa depannya dipertaruhkan. Hari sidang pun tiba. Arielle datang lebih awal, duduk di ruang tunggu dengan jantung berdebar. Tak lama kemudian, Zayne muncul. Tatapan mereka bertemu sejenak, lalu sama-sama mengalihkan pandangan. Tidak ada sapaan, tidak ada senyum. Mereka duduk berjauhan, seolah dua orang asing yang kebetulan berada di ruangan yang sama. Suasana terasa canggung, tegang, dan dingin. Robert yang duduk di seberang mereka hanya bisa menggeleng pelan. Ia menatap k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN