BAB 35

1330 Kata

Sidang hari ini berlangsung singkat. Hakim hanya mendengarkan keterangan dari para pengacara, lalu menetapkan jadwal lanjutan dua minggu ke depan. Begitu sidang selesai, Elias langsung berdiri dan mengajak keluarganya pulang tanpa sepatah kata pun. Wajahnya datar, langkahnya cepat, seolah tak ingin berlama-lama di tempat itu. Berbeda dengan Evan. Ia masih berdiri di dekat kursi pengunjung, matanya menatap ke arah ruang tunggu. Hatinya sebenarnya kesal. Tuduhan Zayne tadi cukup menusuk, apalagi diucapkan di depan orang lain. Tapi entah kenapa, ia tetap ingin berbicara dengan ponakannya itu. Bukan karena peduli. Bukan karena ingin menyelesaikan masalah dengan baik-baik. Evan tahu niatnya tidak tulus. Ia hanya ingin memastikan Zayne tidak melangkah terlalu jauh. Semua orang bisa melihat itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN