Robert menatap istrinya yang sudah berganti pakaian dan sedang sibuk menghapus sisa make up. Setelah delapan jam berdiri untuk pesta, akhirnya mereka bisa berduaan di kamar hotel. Ia meraih minuman dari meja, menuang ke dalam gelas dan mengoyang pelan sebelum meneguknya. Ulfa terlihat menawan, dalam balutan gaun tidur sutra. Riasan tebal menghilang, kini tersisa wajah polos yang menawan. “Bagaimana menurutmu hari ini pestanya, Sayang? Puas dengan hasilnya?” Ulfa yang masih duduk, memutar badan di kursi dan menatap suaminya yang berdiri di dekat jendela. Robert mengangguk. “Sangat puas. Kerja sama hebat antara kamu dan mama.” “Aku hanya membantu, semua mama yang menangani.” Robert meletakkan gelas, menghampiri sang istri, mengangkat dagu dan mencium bibir Ulfa. “Hari rasanya berjalan sa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


