Beberapa bulan kemudian Arielle seolah-olah sedang mengalami dejavu, hanya saja bukan tentang dirinya. Di ruang rias, ia menatap bayangan pengantin cantik dalam balutan gaun pengantin putih berenda. Bukan dirinya yang sedang dirias dengan rambut dijalin indah. Juga bukan dirinya yang sedang berseri-seri menanti hari bahagia, melainkan Ulfa. Setelah penantian setahun lamanya, Robert melamar Ulfa. Dengan cara yang cukup dramatis. Arielle tidak dapat menahan senyum, saat teringat bagaimana hubungan putus nyambung mereka akhirnya berujung di pelaminan. Ulfa yang meledak-Iedak dan penuh kasih sayang, bertemu dengan Robert yang cenderung pendiam tapi perhatian. Tidak akan ada yang menyangka kalau akhirnya mereka bisa bersama. “Gue, nggak akan nikah sama orang tua ituu!” Ulfa sempat emosi dan

