BAB 52

1325 Kata

Zayne datang, setelah berkeliling untuk menyapa para tamu. Duduk di samping sang istri, ia meraih gelas berisi air mineral dan meneguknya. “Maaf membuatmu lama menunggu,” bisiknya pada Arielle. Arielle menggeleng. “Santai saja. Kamu lagi sibuk.” Zayne mengedarkan pandangan pada keluarganya lalu berbisik sekali lagi. “Apa orang-orang ini mencabik-cabikmu?” “Sedikit.” Arielle menjawab sambil menyembunyikan senyum. “Wow, kamu hebat, Sayang. Bisa hidup sampai sekarang.” “Semua berkat kesaktianku, yang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Demi para Dewa.” Zayne hampir menyemburkan air minumnya karena mendengar istrinya bercanda. la tertawa terbahak-bahak, meletakkan gelas dan meraih bahu sang istri, lalu melayangkan kecupan di pipi. Tidak peduli pada banyak mata yang menatap curiga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN