Arielle menatap perempuan bergaun merah dengan pandangan kagum bercampur was-was. la pernah bertemu Jeniffer sebelumnya, tahu kalau perempuan itu adalah mantan kekasih suaminya. Tidak disangka kalau Jeniffer akan muncul di pesta ini. Siapa yang mengundang? Apakah Zayne? Rasanya tidak mungkin kalau suaminya akan melakukan hal gegabah seperti ini tanpa memberitahunya lebih dulu. Seakan-akan bisa mendengar pikiran sang istri, Zayne tidak langsung membalas ucapan Jeniffer, melainkan menatap Arielle. “Dia datang sendiri, bukan aku yang mengundang.” Arielle tersadar lalu mengangguk. “Baiklah.” “Entah siapa yang melakukannya.” “Salah seorang yang menginginkan kericuhan.” “Bisa jadi.” Jeniffer berdehem, menatap pasangan suami istri di depannya dengan jengkel. “Tidak penting siapa yang mengun

