Malam itu rumah sakit terasa hening, hanya terdengar bunyi monitor dan napas bayi prematur yang teratur. Gladis duduk di kursi NICU, Harsha masih meringkuk di dadanya setelah sesi kangaroo therapy sore tadi. Alfito duduk di sampingnya, sesekali menepuk lembut punggung istrinya, memastikan mereka berdua tetap nyaman. Tiba-tiba monitor berbunyi sedikit lebih keras dari biasanya. Gladis terkejut, jantungnya langsung berdegup kencang. “Fito… dengar itu?” Alfito menoleh cepat. “Tenang, Glady. Bisa jadi cuma sensor bergerak. Jangan panik dulu.” Perawat muda yang sedang berkeliling segera mendekat. “Maaf, Bu Gladis, Pak Alfito. Saturasi Harsha sedikit turun. Kami akan periksa sebentar.” Gladis menahan napas, merasa tubuhnya menegang. “Apa… dia kenapa?” Perawat tersenyum tipis sambil memeriks

