Pagi itu cahaya matahari menembus jendela kamar rumah sakit dengan lembut, menyoroti kursi roda dan inkubator yang sudah tidak lagi dipenuhi kecemasan seperti beberapa minggu lalu. Harsha kecil kini stabil, perawat memeriksa terakhir sebelum mengizinkan keluarga membawa bayi mungil itu pulang. Gladis duduk di kursi roda, Harsha masih meringkuk di dadanya dengan selimut hangat. Nafasnya berat, tapi matanya bersinar penuh harapan. Alfito berdiri di samping, memegang dokumen rumah sakit, terlihat lega sekaligus gugup. “Glady… siap untuk membawa Harsha pulang?” tanya Alfito, menatap istrinya dengan lembut. Gladis mengangguk, meski tubuhnya terasa lelah. “Aku siap. Aku cuma… takut kalau sesuatu terjadi di jalan.” Alfito tersenyum, menepuk bahunya. “Tenang, kita bawa perlahan. Aku akan selal

