Pagi datang bersama suara langkah perawat yang masuk ke kamar Gladis dengan semangat baru. Gladis baru saja selesai pumping ketika pintu terbuka dan aroma kopi menyeruak bersama angin dari lorong luar. Ia tahu sebelum menoleh bahwa itu bukan perawat. “Aku bawa sarapan buat kamu” kata Alfito sambil mengangkat sebuah tas kertas dari kafe favorit Gladis. Gladis langsung tersenyum cerah. “Kamu pulang?” “Aku pulang” jawab Alfito bangga. “Aku tidur tiga jam, mandi, terus langsung balik. Aku bilang kan aku bakal kembali sebelum kamu sempat kangen terlalu lama” Gladis tertawa kecil. “Terlambat. Aku udah kangen dari tadi malam” Alfito mendekat dan mencium kepala istrinya. “Aku juga” Saat mereka sarapan bersama, dokter masuk sambil membawa tablet pemeriksaan. Ekspresinya tenang namun terlihat

