Bab 68

1130 Kata

Gladis tidak pernah menyangka kalau malam itu akan menjadi salah satu malam paling panjang dalam hidupnya. Sepulang kerja, ia berniat langsung mandi, makan sedikit, lalu tidur cepat karena kepalanya terasa berat sejak siang. Namun begitu ia tiba di depan rumah, langkahnya terhenti. Mobil putih yang sangat ia kenal terparkir di depan pagar. Itu mobil ayahnya. Gladis berdiri cukup lama sebelum akhirnya membuka pintu pagar. Ayahnya langsung menoleh, berdiri dari bangku teras. Ekspresi ayahnya tidak marah, tapi juga tidak ramah. Lebih tepatnya… gelisah. “Kamu lama sekali pulangnya,” ujar ayahnya begitu Gladis mendekat. “Macet,” jawab Gladis pendek sambil berusaha tersenyum. Ayahnya memperhatikan wajahnya lama, seolah mencari sesuatu. “Kamu capek?” Gladis mengangguk. “Sedikit.” “Mama kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN