Bab 82

1154 Kata

Sore itu, udara di sekitar rumah Alfito terasa hangat, namun ada ketegangan halus yang ikut menggantung. Gladis duduk di ruang keluarga, tangannya menyentuh perlahan foto kecil Harsha yang baru saja diambilnya hari sebelumnya. Mata bayi itu tertutup, pipi bulatnya tampak lembut di bawah sinar lampu, namun senyum kecil yang merekah di bibirnya membuat hati Gladis terasa meledak. Ia ingin menjaga momen itu selamanya. Alfito masuk membawa segelas teh hangat, menatap Gladis sejenak sebelum meletakkan cangkir itu di meja sampingnya. Ia duduk di dekatnya, tangannya menatap kosong di pangkuan. “Kamu terlihat lelah,” katanya lembut. “Hari ini banyak hal yang harus kita urus, ya?” Gladis menunduk, menghela napas. “Iya, tapi aku senang. Senang bisa lihat Harsha tersenyum, walaupun sebentar.” Suar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN