Pagi itu Alfito terbangun dengan suara Harsha yang mulai terjaga. Bayi mungil itu menangis pelan, tapi cukup untuk membuat Alfito segera bangun. Ia mengangkat Harsha dengan hati-hati, memastikan selang dan alat bantu tetap aman. Bayi itu menatap wajah ayahnya dengan mata yang setengah terbuka, seolah mengenali kehadiran pria itu. “Shh… papa di sini, Nak,” ucap Alfito lembut sambil mengusap rambut halus putranya. “Jangan takut. Papa sama mama di sini, selalu buat kamu.” Gladis datang dari kamar, mengenakan piyama sederhana. Ia tersenyum melihat Alfito yang sudah memegang Harsha. “Kamu bangun lebih dulu?” tanyanya pelan. “Iya. Dia minta papa,” jawab Alfito sambil menatap istrinya. “Kamu tidur cukup?” Gladis menggeleng pelan. “Aku… sulit tidur. Terlalu banyak yang kupikirkan. Tentang Hars

