Bab 88

1005 Kata

Pagi itu Gladis terbangun lebih cepat dari biasanya. Harsha masih terlelap di boks kecil di samping ranjang, napasnya teratur, wajahnya tampak lebih berisi dibanding beberapa minggu lalu. Gladis menatapnya lama, dadanya dipenuhi rasa syukur yang selalu datang bersamaan dengan rasa cemas yang tak sepenuhnya pergi. Setiap pagi ia masih mengecek d**a kecil itu naik turun, memastikan semuanya baik-baik saja. Alfito bergerak di sampingnya. “Kamu belum tidur lagi?” tanyanya pelan. “Tidur, tapi kebangun,” jawab Gladis lirih. “Aku kebiasaan.” Alfito mengangguk. Ia meraih tangan Gladis dan menggenggamnya pelan. “Hari ini aku masuk kantor agak siang. Aku mau anter kamu dan Harsha kontrol dulu.” Gladis menoleh. “Kamu yakin? Kamu kan banyak kerjaan.” “Aku lebih tenang kalau ikut,” kata Alfito tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN