Bab 65

913 Kata

Pagi itu Gladis datang lebih cepat dari biasanya. Langkahnya pelan tetapi pasti, suara hak sepatunya menekan lantai koridor kantor dengan ritme teratur. Tangannya membawa dua gelas kopi—satu dengan stiker biru, satu lagi merah. Stiker biru selalu milik Alfito. Selalu. Saat Gladis mendekati ruang kerja Alfito, ia berhenti dulu di depan pintu. Menarik napas sebentar. Ketukan yang ia lakukan selalu sama: dua kali, jeda, lalu satu lagi. Kebiasaan kecil yang entah sejak kapan melekat, tapi Alfito selalu tahu kalau itu ketukan dari Gladis. Pintu terbuka sebelum Gladis sempat mengetuk. “Pagi, Dis.” Alfito berdiri di balik pintu, rambutnya masih sedikit acak-acakan, seolah ia terburu-buru membukanya. “Aku dengar langkahmu dari ujung lorong.” Gladis terkejut kecil. “Kamu bisa bedain langkah ora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN