Bab 38

920 Kata

Suara sirene ambulans memecah keheningan malam, membuat seluruh lingkungan terbangun oleh kepanikan yang tak terlihat. Alfito menggenggam tangan Gladis erat-erat, seolah jika ia melepas sedikit saja, dunia akan merenggut keduanya sekaligus. Tubuh Gladis terus gemetar, napasnya berat dan terputus-putus, setiap helaan seperti perjuangan terakhir yang tersisa. “Fito… sakit… aku takut…” suara Gladis hampir tak terdengar, tenggelam oleh rasa sakit yang semakin menjadi. “Aku di sini, sayang. Aku mohon bertahan. Demi kita. Demi bayi kita.” Alfito mengecup keningnya dengan panik. Kemejanya sudah basah oleh air yang mengalir dari perut Gladis. Matanya merah, tapi ia tetap memaksa tersenyum, seolah senyum itu bisa menenangkan badai yang sedang merenggut istrinya. Paramedis mengangkat tandu dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN