Malam itu hujan belum juga reda ketika mereka sampai di rumah. Mochi dan Snow langsung menyambut dengan mengeong keras, seakan tahu Gladis sedang tidak baik-baik saja. Gladis tersenyum tipis sambil membelai keduanya, tapi rasa pusing masih mengintai bagian belakang kepalanya. “Aku ambilin kamu air putih dulu,” kata Alfito sambil menuju dapur. Gladis duduk perlahan di sofa, merasa tubuhnya berat. Ia memejamkan mata sebentar, mencoba bernapas lebih tenang. Tapi saat membuka mata, ia melihat ponselnya terus bergetar. Puluhan notifikasi masuk dari grup kantor dan pesan pribadi yang tidak ia kenal. Beberapa pesan itu berisi pertanyaan, sisanya… Tudingan. Ada yang menuduhnya memanfaatkan posisi sebagai istri direktur untuk naik jabatan. Ada yang menyebutnya merusak sistem perusahaan. Bahkan

