Bab 22

722 Kata

Rapat sore itu terasa berlangsung sangat lama. Gladis duduk mendengarkan satu per satu pemaparan dari tim lain, tapi pikirannya sesekali melayang pada insiden file hilang tadi. Ia harus memastikan hati dan pikirannya tetap kuat jika ingin bertahan di sini. Ketika gilirannya tiba untuk mempresentasikan laporan yang ia kerjakan ulang, ia berdiri dengan tangan sedikit bergetar. Namun saat ia mulai berbicara, semua kegugupannya perlahan menghilang. Kata-kata mengalir jelas, runtut, dan penuh keyakinan. Data yang ia sajikan membuat beberapa orang mengangguk takjub. Beberapa catatan yang ia tambahkan bahkan membuat klien meminta salinan untuk ditindaklanjuti. Laura memperhatikan dengan wajah sulit dibaca. Matanya sempat menyipit ketika melihat respon positif atas presentasi Gladis. Ia seperti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN