Bab 21

836 Kata

Pagi itu terasa berjalan lebih lambat dari biasanya. Meskipun sudah kembali duduk di meja kerjanya, d**a Gladis masih terasa sesak. Ia menata ulang dokumen-dokumen, mencoba terus terlihat sibuk agar tidak ada yang melihat betapa gelisahnya ia sebenarnya. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama ketika Rani datang menghampirinya dengan wajah serba canggung. “Kak, ini... laporan yang harus Kakak serahkan langsung ke Direktur di ruang meeting. Ada revisi yang harus dicek ulang.” Gladis mengangguk, mencoba bersikap biasa. “Aku ke sana sekarang.” Rani sempat menahan lengan Gladis pelan. “Kak, jangan ambil hati omongan mereka ya. Kami yang deket sama Kakak tahu kok, Kakak di sini karena kemampuan Kakak sendiri.” Ucapan sederhana itu seperti pelukan yang menguatkan. Gladis membalasnya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN