Begitu sampai di rumah sakit, Alfito langsung mempercepat langkahnya menuju kamar Gladis. Napasnya masih terengah, namun rasa cemas membuat semua lelah seakan menghilang begitu saja. Ia membuka pintu dengan hati-hati, takut membuat Gladis terkejut. Gladis sedang duduk bersandar di ranjang, menunggu, dengan tatapan yang seolah mencari seseorang yang ia butuhkan lebih dari siapa pun. Begitu melihat Alfito, senyumnya langsung muncul, lembut tapi penuh perasaan lega. “Kamu kemana aja…” suaranya lirih. Alfito segera menghampiri, menggenggam tangan istrinya. “Maaf aku lama. Tapi aku di sini sekarang.” Gladis menatap wajah Alfito dengan seksama, seolah mencoba membaca apa yang ia sembunyikan. “Ada sesuatu yang terjadi kan? Kamu kelihatan beda.” “Aku cuma beresin semuanya di kantor,” jawab Al

