Bab 36

791 Kata

Pagi datang tanpa rasa lega. Langit masih kelabu, seolah pun tahu ada bahaya yang belum terurai. Gladis terbangun dengan kepala berat dan mata bengkak. Ia tidak ingat kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya rasa takut tadi malam, rasa panik yang mencengkeram seluruh tubuh sampai akhirnya ia menyerah pada rasa lelah. Alfito sudah tidak ada di kamar. Itu yang pertama ia sadari. Selimut di sisi tempat tidur masih hangat, menandakan ia baru saja bangun. Tapi tetap saja d**a Gladis berdegup cemas. Ia meraih ponselnya dan mengecek pesan itu lagi. Hai mama Aku juga kangen kamu Gladis mengusap wajah, mencoba bernapas lebih teratur. Ia tidak boleh terpancing oleh siapa pun yang mencoba mengganggu pikirannya. Ia harus kuat. Untuk dirinya. Untuk bayinya. Ia turun ke lantai bawah deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN