Hari itu berjalan lebih lambat dari biasanya, seolah waktu sengaja memberi ruang bagi Gladis untuk berpikir terlalu banyak. Sejak pagi, pikirannya dipenuhi rencana sederhana namun berat. Pertemuan dengan orang tuanya. Sebuah langkah yang selama ini selalu ia tunda, bukan karena tidak yakin pada Alfito, melainkan karena ia tahu betul seperti apa dunia keluarganya. Dunia yang penuh standar, pertanyaan, dan penilaian yang sering kali dibungkus dengan kalimat manis. Gladis duduk di depan mejanya, menatap layar komputer tanpa benar-benar membaca apa pun. Kursor berkedip pelan, sama gelisahnya dengan isi dadanya. Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. “Kamu bengong lagi.” Suara Alfito membuat Gladis tersentak kecil. Ia menoleh dan mendapati pria itu berdiri di samping mejan

