Renan mulai mempersatukan ke dua bibir mereka dengan lembut. Perlahan Yuna menutup matanya menikmati sikap lembut Renan yang menyentuhnya. Lumatan pun semakin dalam, sebelah tangan Renan memegang tengkuk Yuna untuk memperdalam ciuman mereka. Tangan Yuna memegang pinggir kemeja Renan dengan erat. Kecupannya turun ke leher Yuna membuatnya semakin terlena dengan apa yang Renan lakukan. Yuna sudah tidak bisa menolak lagi sentuhan Renan. Walaupun otaknya ingin menolak, tapi tubuhnya seolah ingin mendapatkan lebih dari ini. "Aahhh mas..." Tangan Yuna beralih memegang pundak Renan, cengkraman Yuna sangat kuat di pundaknya. Renan menatap wajah Yuna dengan lekat, sambil mengusap tengkuknya. Tatapan keduanya begitu penuh gairah. "Boleh?" ijinnya. Yuna terdiam menatap mata Renan, ingin menolak

