BAB 22

1027 Kata

"Mas kok mati lampu?" tanya Yuna yang mencari keberadaan Renan. "Mas kamu di mana? Kok gak ada suaranya?" Seketika Yuna panik karena tidak ada pergerakan dari Renan. Tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang bahu Yuna. Sontak wanita itu menoleh ke belakang, dan... "Aaa setan..." Teriak Yuna kala melihat Renan yang menyoroti wajahnya dengan center ponsel miliknya. "Yuna, Yuna ini aku!" ucap Renan yang langsung memegang tangannya. Sedangkan Yuna masih saja memberontak tidak karuan. "Pergi kamu setan!" teriaknya. Renan pun menarik tangan Yuna agar melihat ke arahnya. "Yuna ini aku, hey jangan takut," ucap Renan sambil menangkupkan ke dua tangannya di pipi Yuna. Mata Yuna perlahan terbuka, ia menatap wajah Renan di hadapannya. Matanya memerah, air matanya sudah terbendung di pelupuk mata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN