BAB 25

1111 Kata

Renan langsung bersembunyi dia balik dinding, ia melihat Jenni dari kejauhan. Matanya menyipit menatap ke arah Jenni yang sangat mencurigakan. "Ngapain dia ke sini?" tatapan Renan tidak lepas dari Jenni. Ia melihat wanita itu keluar menuju arah lobby dan masuk ke dalam sebuah mobil. "Dia sama siapa?" gumamnya, Renan kini sudah tidak sembunyi lagi saat Jenni sudah pergi dari sana. Tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang bahu Renan. "Liatin apaan lu?" "Astaga!" Renan terkejut saat Tama sudah berada di belakangnya. "Biasa aja anjir, lu kaya liat setan aja!" paparnya. "Emang lu mirip setan! Ngagetin gua aja!" ujar Renan. Tama menautkan ke dua alisnya heran. "Lagian lu ngapain ngintip gitu? Liatin siapa sih? Janda?" tanya Tama menerka-nerka. Renan mengusap wajahnya kasar, "Otak lu b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN