Nazra tersenyum kepada Dhanti, lalu melangkah menuju kursi kebesarannya. Sedangkan sahabatnya itu, mengikuti langkahnya di belakang dengan tatapan mengiba. Ah, sungguh Nazra sengketa tersebut sangat benci jika di tatap seperti itu. Sebisa mungkin dia mengatur ekspresinya agar terlihat baik-baik saja. "Mau minum apa, Dhan?" tanya Nazra setelah meletakkan tasnya di meja. Dhanti mengulum senyum. "Enggak usah, Ra. Aku cuma mau liat kamu aja, kok. Aku khawatir sama kamu," tolak Dhanti sopan. Lagipula tujuannya ke sana adalah untuk melihat keadaan sahabat itu. "Enggak repot, kok, Dhan. Aku cuma minta tolong Rini untuk buat diminum." Nazra memberikan isyarat kepada Rini yang sedang mengatur berkas di atas meja Nazra. Sebenarnya Dhanti masih ingin menolak, tetapi karena merasa tidak enak akhi