Bab.61 Rangga Tersudut

1280 Kata

Malam semakin larut ketika Amanda akhirnya beranjak dari kursi plastik itu. Kepalanya terasa berat, bukan karena lelah, melainkan oleh kebenaran yang baru saja menelanjanginya tanpa ampun. Setiap langkah di dalam kontrakan sempit itu terasa seperti menapak di atas pecahan kaca, tajam, menyakitkan, namun tak bisa dihindari. Nalendra mematikan laptop dan satu per satu monitor, ruangan kembali tenggelam dalam cahaya lampu kuning redup. Ia berdiri di depan Amanda, raut wajahnya tegas, tapi matanya menyimpan kekhawatiran yang tak ia ucapkan. “Kamu yakin bisa pulang sendiri?” tanyanya pelan. Amanda mengangguk, meski tangannya masih gemetar. “Aku harus pulang sekarang, Mas. Kalau terlalu lama menghilang, Mas Rangga pasti curiga.” Nama itu kini terasa asing dan mengerikan di lidahnya. Nalendra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN