Bab.56 Penyamaran

949 Kata

Keesokan harinya, udara pagi masih terasa dingin ketika sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah kontrakan sempit yang selama ini menjadi tempat persembunyian Nalendra. Jam baru menunjukkan pukul enam lewat sedikit. Frans sudah datang tepat waktu, seperti biasa. Ia turun dari mobil sambil membawa dua boks besar dan sebuah tas kain berwarna abu-abu. Nalendra sudah menunggu di teras, mengenakan jaket tipis dan topi rendah yang menutupi sebagian wajahnya. Wajah pria itu tampak lebih keras dari biasanya, bukan karena marah, melainkan karena tekad yang sudah dipatri sejak semalam. “Semua sudah siap?” tanya Nalendra begitu Frans mendekat. “Siap, Pak,” jawab Frans mantap. “Saya pastikan nggak ada yang ketinggalan.” "Ya sudah bawa ke dalam mobil aja, semua box nya, saya mau lihat." Frans me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN