Surrender

1293 Kata

Perjalanan lebih dari tiga jam akhirnya terbayar ketika mobil berhenti di depan gerbang besar Villa Bunga. Udara pegunungan yang menusuk tulang membuat Saskia menggigil. Kabut tebal turun perlahan, seakan hendak menelan seluruh bangunan megah di hadapannya. Geo melirik sekilas. Gadis itu tampak memeluk tubuhnya sendiri, bibirnya pucat, matanya sayu. Tanpa sepatah kata, ia melepas jas hitamnya yang tergantung di kursi belakang, lalu menyampirkannya ke bahu Saskia. Saskia mendongak kaget, menatapnya. “Ini…?” suaranya lirih. “Jangan banyak tanya,” balas Geo dingin, matanya menatap lurus ke depan. Dengan langkah ragu, Saskia keluar dari mobil. Jalanan masih basah, kilauan air hujan memantulkan cahaya lampu villa yang redup. Ia menghampiri petugas keamanan yang berjaga, sementara Geo tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN