Bab 6

836 Kata
"Kau dari mana saja? Mommy menghawatirkanmu karena kau tidak bisa dihubungi dua hari ini." Ucap Helen saat merasa lega melihat putranya kembali ke mansion. Masalahnya dia sudah pamit untuk pergi ke luar negeri untuk selamanya, namun saat dua hari ini, dia malah tidak bisa dihubungi sama sekali, tadinya dia dan suaminya akan menyusulnya namun dia lega ketika putranya pulang lebih dulu. "Ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Xavier yang membuat Helen merasa tidak enak. Dia menghubungi Robert sang suami dan mengatakan jika Xavier sudah pulang. Sama halnya dengan Helen, Robert juga khawatir dengan Xavier. Dia bahkan sampai menghubungi saudara-saudaranya di sana yang mungkin saja tau keberadaan Xavier. Robert yang mendpaatkan kabar jika putranya sudah pulang langsung mengendarai mobilnya dan kembali ke rumah, dia benar-benar lega karena Xavier benar-benar pulang. "Kau dari mana saja, Xavier! Apa kau tidak tau jika kami sangat mencemaskanmu." Ucap Robert yang lebih tepatnya menegur putranya. "Aku ingin berbicara sesuatu." Xavier malah membahas yang lain dan tidak menjawab perkataan ayahnya. "Aku ingin menikahi Grace." Ucap Xavier tanpa basa basi yang membuat keduanya terkejut. "Apa maksutmu? Apa kau sudah gila? Dia sudah menikah." Ucap Robert yang jelas saja marah dan tidak setuju. "Calon suaminya meninggal satu hari sebelum pernikahannya," Perkataan Xavier membuat Robert dan Helwn semakin shock, "A-apa maksutmu? Apa kau membunuh calon suaminya?" Helen mengira jika Xavier masih terobsesi dengan Grace sehingga dia membunuh calon suaminya. "Aku tidak segila itu, dulu aku memang brengsekk, tapi aku tidak sampai hati melakukannya, aku mencintainya tapi tidak akan merusak kebahagiannya meskipun kebahagiaannya bukan denganku." Ucap Xavier yang malah mengomel karena orang tuanya mengira jika dia dibalik kematian calon suami Grace. "Lalu bagaimana bisa?" Tanya Robert yang masih merasa ragu. Xavier menghela nafas panjangnya, dia akhirnya menceritakan bagaimana kejadian yang sebenarnya, keduanya mendengarkan dengan seksama dan benar-benar tidak menyangka. "Untuk itu aku ingin menikahinya, aku akan membahagiakannya. Tolong jangan halangi aku lagi, ini kesempatanku untuk bersatu dengannya, aku sangat mencintainya." "Di sini aku hanya ingin memberitahu kalian, jika kalian tidak setuju pun aku tidak akan mundur dan akan tetap menikahinya, aku sudah pernah kehilangannya dan tidak akan mau kehilangannya lagi." Lanjutnya. "Lalu bagaimana Grace kepadamu? Dia berencana ingin menikah, itu artinya pria itu yang dia cintai, bukan dirimu lagi." Perkataan ayahnya membuat Xavier terdiam. "Aku yakin masih ada sisa cinta untukku, aku akan membuat dia kembali kepadaku dan hanya aku yang ada di dalam hatinya." Ucap Xavier. "Ya, kau boleh menikahinya asal kau tidak pergi dari sini. Bawa Grace ke sini. Mommy akan ikut menjaganya, Mommy berjanji akan merestui kalian dan mendukung kalian. Mommy tidak mau kehilangan kebahagiaanmu yang ada padanya." Ucap Helen yang tidak peduli asalkan putranya kembali bahagia, "Daddy sebenarnya sedari awal tidak mempermasalahkan kau menikah dengan siapa saja asal kalian berdua memang saling mencintai, Daddy mendukung apapun keputusanmu asal itu baik." Robert juga tidak mempermasalahkannya, dia bahkan lega jika memang putranya akan bisa bersatu dengan wanita yang dicintai olehnya. "Apa? Tidak bisa begitu, Tante. Bukankah kau menjodohkanku dengan Xavier? Kenapa malah menyetujui dia kembali dengan wanita tidak berpendidikan itu." Ucap Starla yang tiba-tiba datang dan mendnegar obrolan mereka. Dia tadinya memang sengaja datang karena salah satu pelayan di mansion Xavier dia suap untuk mengatakan jika Xavier kembali ke mansion ini mengingat dia sudah berhari-hari tidak ditemukan. Namun saat dia datang, dia terkejut karena Xavier malah akan menikahi wanita itu lagi. "Maaf, Starla. Xavier tidak mencintaimu dan ingin menikahi wanita pilihannya." Helen sendiri tidak bisa apapun, dia tidak peduli dengan Starla meskipun sebenarnya dialah menantu idamannya. "Tidak bisa begitu, Tante! Aku sudah— "Apa tidak ada pria yang mau denganmu sampai kau memaksa ingin menikah denganku? Kau sangat tidak tau malu karena aku bahkan tidak menyukaimu dan menolakmu, tapi kau masih menyodorkan dirimu kepadaku." Ucap Xavier yang membuat Starla terkejut dan mengepalkan tangannya, dia jelas sakit hati dengan perkataan Xavier kepadanya. "Kau tidak bisa lakukan ini padaku." Ucap Starla. "Memangnya apa yang aku lakukan padamu? Aku bahkan tidak sudi melihat wajahmu," ucap Xavier yang membuat Starla semakin sakit hati. Helen sendiri terkejut dengan perkataan peda putranya namun dia tidak berani membela Starla lagi karena takut jika dia akan kehilangannya. Xavier sudah muak karena dirinya lah dia kehilangan Grace dulu, "Dengar! Jangan ganggu aku dan Grace lagi atau kau akan melihat Xavier yang dulu bukan yang sekarang," ucap Xavier yang membuat Helen semakin terkejut. "Starla, lebih baik kau pergi. Tolong lupakan saja Xavier. Dia tidak mencintaimu. Tante tau jika banyak yang menyukaimu dan pasti bisa mendapatkan pria yang lebih baik darinya." Ucap Helen yang ingin menghentikan perdebatan ini. Sedangkan Robert hanya diam saja karena sebenarnya dia juga tidak suka dengan Starla dan menganggap jika dia adalah wanita yang tidak sopan, entah kenapa bisa-bisanya istrinya memilih Starla menjadi menantunya, meskipun dia memang dari keluarga terhormat, pintar dan cantik. Namun sopan santun dan sikapnya menjadi nilai minus untuk menjadi menantu dari keluarga Moreno. Starla semakin sakit hati dengan perkataan Helen yang bahkan juga mengusirnya. Tanpa kata dia pergi dari sana namun menyisakan dendam kepada keluarga ini. "Aku akan memastikan suati saat keluargamu akan hancur karena mempermainkanku." Gumam Starla.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN