Starla pergi dari sana, dia sama sekali tidak tau bagaimana Xavier yang dulu, tapi dari tindakannya, sepertinya dia bahkan sangat menyeramkan.
"Sial!" Starla menghirup udara banyak-banyak, tenggorokannya masih sakit karena cekikan tangan Xavier.
"Tidak! Ini tidak bisa. Aku sudah terlanjur membanggakan Xavier sebagai calon sumiku, aku juga sudah terlanjur sangat mencintainya, menikah dengannya akan membuat nama baik keluargaku menjadi bangga. Aku tidak bisa kehilangannya." Starla mengepalkan tangannya. Dia sepertinya tidak bisa menyerah begitu saja.
"Jika dulu aku bisa membuat hubungan mereka hancur! Maka aku akan kembali
Melakukannya." Gumamnya lalu lergi daei sana menggunakan mobilnya.
Yang dia kesal adalah kini dia tidak memiliki pembelaan dari Helen, ibu dari Xavier, untuk itu dia menjadi sangat susah kembali masuk ke dalam kehidupan Xavier.
*****
Hari ini, Xavier mencoba mengajak Grace untuk keluar dari mansion namun Grace tidak mau.
"Sikapmu seperti kau membenciku, apakah karena dulu maslah kita?" Ucap Xavier namun Grace terdiam.
"Setelah kita berpisah, aku selalu ingin kau kembali kepadaku tapi kau menyerah atas itu, kau meminta aku tidak menganggumu dan aku mengabulkannya, tapi bukan berarti aku berhenti mencintaimu, kau menjalin hubungan dengan pria lain, itu sangat menghancurkanku apalagi saat tau jika ternyata kau sudah mulai mencintainya dan melupakanku, aku berusaha untuk tidak menganggu hubunganmu dengan Reyhan ketika tau kau sangat mencintainya,"
"Aku melihat, jika kau terlihat bahagia saat bersmanya, untuk itu aku tidak menganggumu, bahagiaku adalah melihatmu bahagia meskipun tidak bersamaku."
"Aku tidak mau melihatmu hancur seperti ini karena kehilangan orang yang kau cintai, untuk itu Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Reyhan dengan mendonorkan darahku sebanyak yang tubuhnya butuhkan, tapi tuhan berkata lain sehingga dia berada di sisinya. Meninggalnya Reyhan ku anggap sebagai kesempatan dari tuhan untuk aku memperbaiki diriku dulu yang tidak bisa mempertahankanmu, aku sangat mencintaimu dan akan membahagiakanmu."
"Aku bukan musushmu, Grace." Ucap Xavier dengan panjang lebar yang membuat Grace merubah raut wajahnya.
Memang ini bukan salah Xavier, semua yang dikatakan olehnya benar adanya, bahkan menikah dengannya pun adalah mutlak keputusannya juga meskipun dia melakukannya karena mengingat perkataan Reyhan sebelum dia tiada.
"Mungkin terdengar egois, tapi aku akan memmbahagiakanmu dan menebus kesalahanku, aku tidak akan memaksamu, aku hanya ingin kau sembuh karenaku." Ucap Xavier.
"Maafkan aku." Ucap Grace pada akhirnya.
Xavier tersenyum tipis namun lalu memegang tangan Grace.
"Aku tau jika hatimu akan merubahnya dari awal, tapi kau harus percaya denganku." Ucap Xavier.
"Tidak! Aku tidak bisa menjanjikan apapun kepadamu," ucap Grace yang membuat Xavier terdiam.
"Aku setuju menikah tapi tidak bisa menjanjikan cintaku lagi kepadamu karena aku mencintai Reyhan." Ucapnya lagi.
"Jika kita menikah dan kau menuntut cintaku, maka aku tidak bisa berikan, entah itu sekarang atau suatu saat nanti." Lanjutnya.
"Asal aku memilikimu." Ucap Xavier menjawabnya. Dia yakin dengan cintanya yang semakin kuat akan membuat Grace luluh lagi kepadanya.
Grace akhirnya hanya diam saja dan tidak menjawabnya. Grace tiba-tiba mengingat bagaimana hubungannya dengan Xavier dulu yang banyak tidak di sukai oleh orang-orang sekitar Xavier termasuk ibu dari Xavier sendiri. Latar belakang keluarganya dan Xavier memang jauh berbeda apalagi Grace hanya bekerja sebagai wartawan sedangkan Xavier adalah seorang pengusaha suksek dan pemilik perusahaan besar.
"Aku ingin istirahat." Ucap Grace namun Xavier mencegah tangannya.
"Aku tidak menuntutmu tapi setidaknya kau mau untuk keluar denganku melihat dunia luar lagi, itu akan membuat pikiranmu sedikit lebih baik." Ucap Xavier.
"Tidak untuk sekarang." Ucap Grace lalu melepaskan tangan Xavier yang memegang tangannya. Dia masih belum siap untuk melihat dunia luar yang sudah mengambil Reyhan darinya.
Grace pergi dari sana dan tidak dicegah lagi oleh Xavier.
Dia harus banyak-banyak bersabar karena memang cintanya dengan Grace sedari awal membutuhkan pengorbanan.
Megie sendiri mengehla nafas panjangnya, dia sedari tadi melihat ke arah Grace dan Xavier meskipun tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan, namun dia sangat bersyukur dan senang ketika melihat keduanya sudah saling bicara, dari ekpresi wajah mereka, mereka sepertinya membahas tentang hubungan mereka. Meskipun dia melihat Grace sempat seperti menolak Xavier, namun tidak ada kilatan marah di matanya.
"Aku berharap memang Xavier bisa membahagiakannya." Gumam Magie. Dia awalnya ragu unruk menyatukan mereka lagi, apalagi dia tau bagaimana keluarga Xavier kepada Grace.
Namun melihat keluarga Xavier kemaren yang datang baik-baik dan sepertinya sekarang menerima Grace membuat dia akhirnya melepaskannya untuk Xavier.
Dia percaya jika cintanya akan bisa membuat Grace melupakan kesedihannya dan bisa membuat dia bahagia.