Bab 8

773 Kata
"Kau milikku dan Aku akan memastikan kesedihanmu tidak akan berlangsung lama setelah menikah denganku." Ucap Xavier lalu melepaskan Grace dan pergi dari sana. Grace hanya diam saja namun dia kembali duduk dan memandangi pemandangan luar. "Kenapa kau pergi, Reyhan." Isaknya yang masih belum bisa menerima jika dia benar-benar kehilangan pria yang sudah dicintai olehnya. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, namun dia masih bersedih atas kematian calon suaminya, Sedangkan di bawah, terlihat orang tua Xavier akhirnya membahas soal pernikahan ketika Xavier sudah turun ke bawah. "Bagaimana Grace?" Tanya Magie yang sedikit khawatir, dia sangat tau jika bagaimana ibu dari Xavier ini tidak menyukai Grace dan menentang hubungannya, dia tadi khawatir saat Helen menemui putrinya dan mungkin saja mengatakan yang tidak-tidak kepadanya. "Masih sama," jawab Xavier. Xavier mengajukan pernikahan secepatnya dan disetujui oleh orang tua Grace. "Apa tidak terlalu cepat?" Tanya Helen yang sebenarnya sedikit keberatan ketika putranya dan orang tua Grace malah mengadakan pernikahan satu bulan lagi dari sekarang. "Maksutku, kita semua tau bagaimana kondisi Grace, aku hanya khawatir dengannya." Ucap Helen meralat perkataannya. "Kami menyetujuinya karena percaya dengan Xavier, putri kami mengalami kondisi yang tidak stabil dan hanya dia yang kami percayai untuk merawatnya dan menyembuhkannya dengan cintanya, untuk itu kami menyetujui pernikahan ini dipercepat." Ucap George yang akhirnya membuat Helen terdiam. "Kami tidak memeprmasalahkannya, mungkin maksut istriku hanya menghawatirkan Grace." Ucap Robert karena memang sepertinya orang tua dari Grace masih belum memeprcayai istrinya sepenuhnya di mana dia dululah penyebab terpisahnya Grace dan Xavier. "Kami akan menyerahkan putri kami, permata hati kami kepada putra kalian, aku harap jika kejadian dulu tidak terulang lagi karena— "Itu tidak akan terjadi karena aku sendiri yang akan memastikan kebahagiaan Grace, aku akan mencintainya dan memilihnya apapun yang terjadi meskipun penghalangnya adalah orang tuaku sendiri." Ucap Xavier yang memotong perkataan Magie karena tau jika dia khawatir dengan Grace di keluarganya. "Kini kebahagiaanku adalah melihat putraku bahagia, dan bahagianya adalah bersama putri kalian, jadi aku tidak akan mencampuri hubungan mereka, maafkan aku yang memang dulu sempat menentang mereka. Tapi aku menyesal dan sekarang bersyukur jika Grace akan menikah dengan Xavier." Ucap Helena yang akhirnya membuat mereka terdiam. "Baiklah, kalau begitu tidak perlu dibahas soal masa lalu, kita harus melihat masa depan anak-anak kita." Ucap Robert yang menengahi. Mereka akhirnya setuju untuk tidak membahasnya lagi dan hanya membahas masalah pernikahan. Pernikahan Xavier dan Grace sepakat di adakan secara tertutup, bahkan hanya keluarga dan teman dekat yang akan menghadiri pernikahan mereka nantinya. ***** Setiap harinya, Xavier mengunjungi Grace, sikap Grace masih sama namun sudah ada perkembangan ketika Grace sedang jalan-jalan di sekitar halaman rumahnya. "Aku senang karena kau mau keluar dari kamarmu," ucap Xavier namun Grace hanya diam saja. "Pernikahan kita semakin dekat, jika kau menginginkan sesuatu, aku akan mengabulkannya." Ucapnya lagi namun Grace masih terdiam. "Jangan pernah menyentuhku selama pernikahan karena ini bukan pernikahan impianku." Ucap Grace. "Kita pernah memiliki impian menikah dengan bahagia. Grace." Ucap Xavier. "Itu dulu, aku mencintai Reyhan, sangat mencintainya." Ucap Grace lalu pergi dari sana. Xavier hanya diam saja namun tangannya mengepal, bohong jika dia tidak sakit hati dengan perkataan Grace tapi dia sadar jika memang di hati Grace sudah ada pria lain, hanya saja pria itu sudah tiada. "Kau akan mencintaiku lagi, aku akan pastikan itu." Gumam Xavier. Dia tidak peduli dengan hati Grace yang kini masih belum menerimanya sepenuhnya dan masih ada Reyhan di pikirannya, namun seiring berjalanannya waktu, dia percaya jika Grace akan kembali mencintainya karena dulu mereka adalah sepasang kekasih yang sangat bahagia. Dia percaya itu karena Reyhan yang sudah tiada dan Xavier tidak akan melepaskannya lagi setelah mendapatkan kesempatan untuk bersatu dengannya dengan sebuah ikatan pernikahan. Xavier akhirnya pergi dari sana, dia pergi ke kantornya karena ada pekerjaan di sana. Saat di kantor, dia menjadi marah ketika Starla masuk ke dalam ruangannya. "Kau menikahi wanita yang di dalam hatinya ada pria lain, kau begitu bodoh, Xavier!" Ucap Starla. "Pergilah atau aku akan membuatmu bungkam seumur hidupmu." Ucap Xavier. Kesabarannya rasanya ingin habis. Dia sangat muak melihat Starla karena dialah penyebab utama dulu dirinya kehilangan Grace. "Aku akan memastikan jika bukan aku, maka siapapun tidak akan bisa memilikimu." Ucap Starla yang malah menantangnya. Xavier menghampiri Starla dan tanpa di duga olehnya jika Xavier mencekiknya. "Aku sudah memperingatimu, berani kau menyentuh dan menganggu hubunganku dengan Grace, maka kau akan melihat bagaimana Xavier yang dulu. Di saat itu terjadi. Maka kau akan menyesal." Ucap Xavier. Starla terkejut dan semakin merasa tidak bisa bernafas karena cekikan tangan Xavier benar-benar kuat. Bahkan dia hampir seperti kehabisan nafas dan ingin mati. Starla terbatuk dan bisa bernafas lega ketika Xavier akhirnya melepaskannya di ujung nyawanya. "Pergilah sebelum aku membunuhmu di sini." Ucap Xavier.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN