"Kamu tidak pergi?" Deg. Alley segera berbalik begitu mendengar suara Luciel dari sudut ruangan. "Sedang apa kamu disini?"bisik Alley dengan panik. " Sssttt... "tangan Luciel segera membungkam mulut Alley. "Ayo kita berdua masuk. Jangan buang waktu lagi." "Ta-tapi... " "Alley, ini saatnya kita kabur. Tidak akan ada kesempatan kedua." Luciel menarik tangan Alley dan memasuki lorong panjang. Trak. Pintu pun tertutup. . . . . . Arlen segera pulang setelah mendapati laporan bahwa Alley kabur dari rumahnya. Dia melihat semua kekacauan yang dibuat Alley sebelum kabur. "Berani juga gadis kelinci itu..." ucap Arlen dalam kesendiriannya. Setelah itu, Herjuno mendatangi Arlen dan memberi laporan tentang CCTV yang diinginkan Arlen. Hasilnya nihil. "Bagaimana bisa?" tan

