"Melindunginya dari apa?" Mata Luciel menyipit memandang Hannatara, wajahnya menampilkan senyuman mengejek. "Anda berpura-pura tidak tahu atau anda sedang menguji saya?" Hannatara tertawa, "Ternyata kamu orang yang sangat tidak sabaran. Apa kamu sangat menginginkan putriku?" "Saya mencintainya. Sejak dulu." "Cinta pertama?" "Maybe. Dia yang membuatku seperti ini." ucap Luciel sambil tersipu malu. "Astaga, wajahmu tampak seperti bocah yang baru saja jatuh cinta. Hahahaha." Tawa Hannatara semakin meledak melihat rona wajah Luciel. "Jadi, apa anda setuju saya yang akan menjaganya?" Tawa Hannatara terhenti dan kini menatap serius manik mata Luciel. "Lakukan jika kamu mampu melakukannya." . . . . . Seharian ini, Alley merasa sangat marah. Bagaimana tidak?, hanya karena dia tidak t

