REY SELINGKUH?

1028 Kata

BAB 25 Pagi itu cahaya matahari menyelinap lembut lewat celah tirai, namun suasana meja makan terasa beku. Aroma sup hangat dan roti panggang sama sekali tidak mampu membangkitkan selera Naya. Sendok yang ia genggam terasa berat, setiap suapan bagai dipaksa masuk ke tenggorokannya. Di tengah kesenduan itu, langkah tegas Rey terdengar mendekat. Ia muncul dengan kemeja putih rapi, dasi terikat sempurna, wajahnya seolah sebuah topeng yang tak memberi ruang bagi emosi. Naya tidak mengangkat wajahnya, tetap menunduk, pura-pura sibuk dengan sarapannya. Dinginnya sikap itu cukup untuk menunjukkan bahwa hatinya sedang patah. Rey berhenti di samping kursi istrinya. Suaranya datar, tanpa getar kasih, hanya perintah yang dingin: "Aku sudah siapkan sopir sekaligus pengawal. Namanya Monic. Dia ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN