BAB 43 "Jadi," suara penyidik pertama datar namun tegas, "kau masih bersikeras bilang tidak tahu siapa Rey?" Hans mendengus, berusaha terlihat tenang. "Saya tidak punya urusan dengan dia. Kalian salah tangkap." Penyidik kedua menggeser setumpuk berkas, lalu meletakkan sebuah foto di depan Hans. Foto itu menampilkan pelaku penusukan—karyawan cafe milik Hans. "Dia sudah mengaku. Mengatakan kau yang memerintah. Kau membayarnya untuk melukai Rey. apa lagi yang kau pungkiri?" Hans menegang. Mata tajamnya berkilat penuh amarah bercampur panik. "Itu fitnah! Dia bohong! Dia cuma karyawan rendahan, pasti ditekan!" Penyidik pertama mencondongkan tubuh ke depan, suaranya lebih rendah namun menusuk. "Kalau kau memang tak bersalah, kenapa harus lari ke Amerika dengan penerbangan mendadak? Kenapa

