JEBAKAN

1033 Kata

BAB 37 Pak Salim menatap Rey dengan wajah serius. "Hans ... perintah dari Hans." Suasana seketika menegang. Rey terdiam, rahangnya mengeras, tangannya mengepal di atas meja sampai urat-uratnya menonjol. Rey berdiri dengan kasar, kursinya bergeser ke belakang menabrak lantai dengan bunyi berderak keras. "HANS?!" Rey membentak, suaranya bergema di seluruh ruangan. "Jadi semua fitnah yang hampir menghancurkan rumah tanggaku ... itu ulah dia?!" Pak Salim hanya menunduk. "Ya, Saya pastikan kebenarannya. Semua bukti mengarah ke sana." Rey berjalan mondar-mandir, matanya menyala penuh amarah. Ingatan tentang Naya yang menangis, tentang retaknya kepercayaan mereka, kembali mengiris dadanya. "Berani sekali dia ..." gumam Rey, suaranya berat. "Kalau Hans ingin perang," Rey mengepalkan tinj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN