BAB 36 Rey hampir membuka pintu mobil, ingin menyerbu masuk. Namun egonya menahannya. Kalau ia turun sekarang, itu hanya akan memperlihatkan kelemahan dan kecemburuannya. Dengan suara serak, Rey berbisik pada dirinya sendiri, "Naya ... jangan sampai kamu biarkan dia masuk lagi dalam hidupmu..." Namun tatapannya tetap tak bisa beranjak dari sosok istrinya di dalam butik, yang kini berdiri berhadapan dengan pria yang paling ia benci. Hans memperhatikan Naya yang sibuk melayani pelanggan dan menata beberapa kain. Hans menghela napas, sadar bahwa waktunya tak tepat, "Sepertinya elo benar-benar sibuk, Nay. Gue nggak mau ganggu lebih lama. Gue pamit dulu, ya." Naya menoleh singkat, tersenyum tipis tapi sopan. "Terima kasih sudah mampir, Hans. Hati-hati di jalan." Hans mengangguk pelan,

