BAB 38 Malam itu, Hans sulit tidur. Bayangan peluang emas terus mengusik kepalanya. Ia tahu Rey punya koneksi luas. Jika kabar itu benar, ia tak boleh ketinggalan. Namun, gengsinya terlalu tinggi untuk datang terang-terangan meminta informasi pada Rey. Ia ingin melangkah sendiri, membuktikan bahwa dirinya lebih cerdik. "Proyek internasional, keuntungan bisa berlipat ganda hanya dalam hitungan bulan," begitu yang di pikiran Hans. Dadanya membuncah oleh rasa penasaran. Beberapa hari kemudian, undangan business gathering resmi tiba. Acara itu sederhana, namun atmosfernya penuh keseriusan. Di depan layar proyektor, sebuah tim konsultan menjelaskan tentang investasi dengan proyeksi keuntungan yang luar biasa. Hans melirik ke arahnya. Rey duduk santai, ekspresi antusiasnya seakan memberi kes

