TERPURUK

1514 Kata

BAB 40 Suara pintu ruangan Hans terbanting keras, membuat pria itu tersentak dari lamunan. Tubuhnya yang sudah lusuh langsung menegang saat melihat sosok yang ia kenal baik: Candra, ayahnya, berdiri di ambang pintu dengan wajah merah padam. "Apa yang sudah kau lakukan, Hans?!" suara bariton yang penuh wibawa itu menggema, menusuk seperti cambuk. Hans berusaha bangkit dari kursinya, wajahnya pucat pasi. "Pa ... aku bisa jelaskan—" "Jelaskan?" potong Candra dengan tatapan tajam. Ia melangkah masuk, tongkat kayu yang selalu dibawanya mengetuk lantai keras-keras. "Kau habiskan modal yang kuberikan, kau buat investor lama mundur satu per satu, dan sekarang nama keluarga kita dipermalukan! Itu yang kau sebut 'jelaskan'?!" Hans menelan ludah. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. "Aku ...

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN