WASIAT

1452 Kata

BAB 33 Lampu ruang ICU berpendar lembut, alat-alat medis berdetak ritmis di sekitar ranjang. Kakek Rey, Yudhistira Pratama, pendiri Pratama Groub, terbaring tak bergerak, tubuhnya lemah karena sakit yang serius hingga mengalami koma. Mata tertutup, napas pelan, stabil, tapi aura kekuasaan yang dulu dimilikinya telah lenyap. Rey duduk di kursi di samping ranjang, matanya menatap sosok kakeknya dengan campuran amarah, kebencian, dan kepedihan. Ia merasakan setiap detik yang berlalu sebagai pengingat masa lalu, skenario jahat yang dibuat kakeknya untuk memfitnah Naya, wanita yang kini menjadi istrinya. "Kenapa kau lakukan semua ini padanya?" gumam Rey, suaranya berat dan bergetar. "Kenapa kau harus mengatur fitnah, membuat Naya menderita?!" Di ruangan itu, hanya suara detak monitor yang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN