BAB 68. Rein

2778 Kata

Aku tidak baik-baik saja sejak Stevi tidak lagi membuka matanya. Jam tidurku berantakan, pola makanku berantakan, penampilku apa lagi. Reyanan mengatakan sekarang aku lebih mirip gelandangan di banding seorang dokter. Aku menjadi tidak peduli apapun lagi sejak tidak lagi mendengar suaranya. Membuatku menyadari bahwa keberadaan Stevi adalah segalanya untukku. “Lo nggak pulang? Muka lo udah kusut banget. Sana pulang aja tidur! Besok lo libur kan? Besok ke sini lagi.” Ucap Argan ketika aku menghampirinya ke ruangan dimana kekasihku berada. “Nggak papa gue di sini aja. Lagian besok gue libur.” Jawabku pelan kemudian menghampiri ranjang Stevi dan menggenggam tangannya. Tangan yang entah sudah berapa ratus kali aku ciumi dan aku tumpahkan air mata. “Hari ini masih cantik.” Bisikku kemudian me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN