“Jadi, bagaimana keputusanmu?” tanya Atsushi yang menjegat Megi saat jam after office berlaku. “Kamu akan stay di sini?” “Untuk sementara ini saya belum punya pertimbangan lain, Pak. Tapi saya minta waktu hingga awal tahun depan.” “Apakah ada yang akan berubah?” “Entahlah, Pak. Tapi kekasih saya akan berlibur di sini.” “Kalian berencana menikah?” “Mmm... saya belum tau. Itu sebabnya saya meminta waktu. Ada yang harus saya bicarakan dengannya. Dan saya rasa hal itu akan sangat memengaruhi keputusan saya nanti.” “Baiklah. Aku akan sangat menghargai apapun keputusanmu.” “Terima kasih, Pak.” Dua puluh tiga Desember, delapan hari menjelang pergantian tahun. Suhu udara di kota Tokyo sudah mulai mendingin, suasana Natal sudah begitu terasa sejauh mata memandang. Karena ia mening