Isabella manyun saja. Beryl sedari tadi duduk nyaman seolah ini adalah rumahnya sendiri. Tak terganggu apapun meski Isabella sudah melakukan proses kegiatan pengusiran secara berkala. Benar-benar tak berguna. Pikirnya kritis. Mulut Isabella menggelembung. Membuang nafas perlahan lewat mulut. "Lo nggak punya tempat tinggal, ya, kenapa numpang terus disini, sih?" Isabella berdecak kesal. Aktivitas bersantai ria jadi terganggu kalau begini ceritanya. Padahal hari ini ada banyak agenda untuk bisa Isabella lakukan. Misalnya saja maskeran rutin, mengecat kuku, menscrub bibir, atau memakai vitamin untuk rambutnya agar semakin terlihat berkilau layaknya model iklan sampo. Beryl menoleh. Masih dengan ekspresi tak bersalah. Lalu kembali lagi pada layar laptop. Melupakan Isabella yang tenga

