Saat Melinda melihat siapa yang duduk santai di sofa dengan senyum tipis di bibirnya—jantungnya langsung berdegup kencang. “Zico…?” suaranya tercekat, penuh keterkejutan. Zico bangkit dari duduknya dengan tenang, tangan dimasukkan ke saku celana, seolah kehadirannya di rumah orang lain ini adalah hal biasa. Senyumnya makin lebar melihat wajah Melinda yang kaget bercampur tidak siap. “Hai, sayang,” sapanya santai. “Baru bangun ya? Maaf kalau ganggu tidurmu.” Melinda membeku di tempat, jantungnya berdegup semakin cepat. “Kamu… ngapain disini?” tanyanya tak percaya, rasa kaget bercampur kesal mulai merayapi wajahnya. Zico menatapnya dalam-dalam, lalu dengan nada santai tapi tajam ia menjawab, “Aku cuma ingin memastikan kamu baik-baik saja.” Melinda berdiri dengan tangan terlipat di d**a

